RIP Pak Moris Marpaung


Dear Readers,

Aku menulis ini karena ingin memberikan penghormatan terakhir kepada beliau. Semenjak aku datang ke IT Del bulan Maret 2016, aku melihat beliau bekerja tanpa mengeluh. Pak Moris adalah cleaning service IT Del. Hanya sekali saja dia mengungkapkan ketakutannya, yakni phobia terhadap tinggi kalau membersihkan kaca. Beliau bekerja dengan cekatan, jujur, gigih dan sayang terhadap keluarga.

Saat menemani sepupuku yang akan mengikuti test seleksi SUD, aku melihat Pak Moris masih sempat meluangkan waktu untuk menjual aqua botol kepada beberapa orang tua yang menunggu anaknya di luar kampus IT Del. Saat aku mulai bekerja di Gd.7, dan saat masih ada mahasiswa, beliau masih sempat menjual gorengan.

Saat di kampus, pernah aku melihat dia sedang sibuk menulis kartu undangan perayaan ulang tahun ke -1 anaknya. Saat pembukaan Indomaret depan kampus IT Del, Pak Moris membawa isteri dan anaknya. Saat aku lari pagi pada hari Sabtu, aku melihat beliau membawa anaknya dengan motor keliling kampus.

Aq selalu memesan 2 galon aqua dan membayar untuk keduanya Rp 50.000,-. Tapi beliau selalu mengembalikan 4 ribu kepadaku karena galon tersebut harganya Rp 23.000,-. Aku selalu menolak menerima kembalian itu, karena bagiku dia layak menyimpannya. Bukan sekali dia mengingatkanku untuk menerima uang kembalian, tapi aku tetap menolaknya.

Itu hal-hal yang aku lihat dengan mataku sendiri. Dan yang kudengar dari beberapa rekan, beliau terlibat dalam Koor Ama.

Well, Pak Moris, to be honest, aku banyak belajar kehidupan darimu. Kegigihanmu mencari uang, kejujuranmu dan caramu menyayangi keluarga, I do respect.

Beristirahatlah dengan tenang pak, terimakasih sudah memberikan yang terbaik selama ini.

RIP Pak Moris Marpaung

 

Jaket Shincan


Aku teringat salah satu momen terlucu di dalam hidupku. Waktu itu aku masih kelas 3 SMP dan saat itu lagi hangat-hangatnya cerita shincan. Aku tidak pernah ketinggalan menonton kartun dan komiknya. Ya, bisa dibilang aku adalah fans berat shincan. Lalu suatu hari, mamakku mengajak aku untuk menemaninya belanja ke pasar. Akupun pergi menemaninya. Saat itu belanjaan sudah hampir lengkap dan ternyata masih ada lagi yang harus dibeli. Lalu mamakku menyuruh aku untuk menunggu di suatu toko dengan beberapa barang belajaan dan mamakku pergi mencari hal2 yang masih diperlukan. Lalu sembari menunggu, aku melihat toko tersebut dan di luar toko tersebut terpajang 2 jaket. Lalu aku memperhatikan kedua jaket tersebut dan alhasil aku jatuh hati kepada salah satu jaket yang warnanya ndak jelas tetapi ada gambar shincan. Setelah mamakku kembali dan menemui aku, lalu aku menyampaikan permohonan untuk membelikan jaket tersebut. Mamakku yang mengenal fashion menolak untuk membeli jaket tersebut. Akupun merengek dan masih tetap kepengen jaket itu. haha, aku masih ingat perkataan mamakku :

Apa yang kau suka dari jaket itu ?”

Lalu aku jawab,”Ada gambar shincannya

Hanya itu saja ?” Mamakku bertanya dengan penuh keheranan.

setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya mamakku mengalah untuk membelikan aku jaket tersebut. Aku masih harganya dulu Rp 20.000,-

Lalu aku dengan senang dan bangga memakai jaket itu tiap hari ke sekolah. 🙂 hahahha

Dan setelah SMA, aku menyadari kegilaanku ini hahah.. dan aku melepaskan gambar shincan dari jaket tersebut. (waktu itu gambar shincannya seperti tempelen yang ditempelkan ke jaket). Setelah melepaskan gambar shincan tersebut, aku tetap memakainya dan terkadang tersenyum mengingat how crazy I am 🙂

Sharing Session with Prof. Teddy Mantoro


Hi Readers,
Today, I would like to share what I got from sharing session with Prof. Teddy Mantoro on last Saturday – Sunday. It was an amazing moment to having him here. And well, his guidance is so much helpful to the people who want to dedicate theirselve as a lecturer and the one who wants to pursue Ph.D 

First, it is about research area. If you wanna be an expertise don’t change your field study in 10-20 years. We wont know what our talent if you change frequently your scientific area.

Second is about research, what kind of research that you want to do in the future ? He advised to search what the top 10-20 journals in relevance your area. Example : open your browser and see what is the top 10 journals in telecommunication. What is the top 10 journals in electrical/electronic engineering and etc.. See the same topic journal in different area, then explore it. It means that the topic will have big impat in the future life.

Third is about writing paper, if you want to have a good paper begin with a good reading. None a good paper comes from low level reading.

Fourth is about publication. When you submit your publication there is two stage review that we have to pass. One is the review stage from chief editor. If our tittle doesn’t contains Problem Method Result (PMR), so your paper will rejected directly. The Abstract should contain : Field of Study, Problem, Solution, Contribution and Evaluation. The Solution part can be : Framework, design, Architecture, Protocol, Design, Analysis/Discussion. Commonly asbstract is written up to 300 words.

Fifth is deciding the topic research for Ph.D. Well, at point 2, we can see a big imagination what will we do next. But, keep reading because you can’t decide that topic only by a night. It takes a long process. And remember, don’t change your topic if you are already Ph.D student. If you change the topic, so you must say goodbye to your Ph.D. In other words, It is very important to find an exact topic before you begin your Ph.D.

Sixth is finding Supervsior. It is not easy at all to find supervisor at the top level universities. But, we can try by writing a related publication with your supervisor’s area. Then, write another publication and invite him to be your co-author. Through all your sacrifices, wish the supervisor is interested to welcome you as his Ph.D student.

Actually, many advices he had shared last weekend days. I just write what is the most important and hope those may equip you in the academic life.

You can check his profile here : http://teddy.mandalawangi.net/

Bahagia Oktober


Saat menjalani perkualiahan S2, aku mengalami depresi yang sangat berat. Ada rasa ingin pulang, tapi malu. Bertahan, tapi sakit. Dan pada akhirnya sempat berpikir untuk bunuh diri. Dan pada akhirnya menangis, menangis dan menangis.

Aku belajar untuk menenangkan diri, menceritakan permasalahan yang kuhadapi kepada sahabat-sahabat doaku. Saat bersama-sama dengan orangpun, aku merasa kesepian dan menderita sendiri lagi.  Dan pada satu titik, aku tersadar aku menderita karena aku cukup egois.

Melakukan pelayanan, tapi untuk mencari pujian pribadi. Melanjutkan study S2 LN agar dianggap hebat. Mengobrol juga, selalu kepentingan diri yang ingin menang. Dan apa yang kulakukan yang berujung kembali untukku membuatku menderita.

Saat ini juga, sikap egoisku kambuh dan aku menderita depresi kembali. Lalu di dalam saat teduhku, aku mengingat sakitku saat S2 dan aku menyadari bahagia adalah saat aku bisa menolak diriku.

Kelakpun kalau aku melanjutkan study lagi, aku melakukannya karena aku ingin berkarya dan berbagi kepada sesamaku. Aku ingin hidupku memberikan kontribusi kepada dunia. Walaupun aku tidak bisa sehebat para ilmuwan, dan walaupun kontribusinya kecil dan tidak dihargai aku ingin berbagi.

Saat melakukan pelayanan pun, kelaknya aku ingin menolak diriku. Aku ingin menerima mereka, mendengarkan pergumulan mereka, berdoa bagi mereka, membagikan buku-buku rohani/alkitab. Aku tidak ingin melakukan pelayanan untuk mengharumkan namaku. Aku ingin melakukan pelayanan untuk mengharumkan nama Allah.

Aku depresi karena aku memikirkan diriku sendiri, dan aku menyadari aku bahagia ketika aku berbagi.

Selamat datang Oktober, kiranya Allah memberikan aku kekuatan untuk tidak memikirkan diriku lagi tapi belajar kembali mencintai, mengasihi dan memberi.

Salam, CEP

Words of Life


Dear Readers,

Ahhh… sudah lama bangat tidak menulis. Well, in this post, aku pengen berbagi bahwa ini sudah ke tiga kalinya aku menyelesaikan Bible Readingku 🙂

Dari awal pembinaan, kakak kelompokku menyarankan untuk membaca 2 pasal tiap hari. Dan aku mengerjakannya tiap hari sampai saat ini. Kalau pas lagi mood, aku bisa menyelesaikan hingga 4 pasal. 🙂

I am happy and want to read the Bible again more and more. May this word encourages me how to live as His discipline in this earth 🙂

All scripture is God breathed and is useful for teaching, rebuking, correcting and training in righteousness, so that the man of God may be thoroughly equipped for every good work.

(2 Timothy 3:16)

Happy Long Weekend


Setelah mulai bekerja 15 Maret kemaren, pikiranku sudah penuh dengan banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan. Well, I am happy to do that. Aku mencoba menyelesaikannya dengan baik satu per satu. Sampai sejauh ini aku sangat mensyukuri pembinaan yang pernah aku alami. Sehingga aku bisa memanage waktu in short and long term.

Dan liburan paskah ini sangat menyenangkan bagiku. heheh.. Aku bisa off dari pekerjaan beberapa hari sembari memulihkan tenagaku yang sempat terkuras saat sakit beberapa hari yang lalu. ^^

Well, beberapa hari lagi aku harus berangkat pulang dan sudah tiba saatnya aku mendata perlengkapan yang perlu di bawa dan arrange planning for another accomplishments. Semangat !!

There is no easy exists ^^

 

 

Kanim -1 Medan


Hari ini aku sudah planning akan berangkat ke kantor imigrasi bersama mamaku. Aku bertujuan memperpanjang passport dan membuat passport untuk mamaku. Jauh-jauh hari aku sudah planning untuk tiba lebih pagi sebelum jam operasional (08.00 AM) supaya bisa dapat nomor antrian. Karena seingatku 4 tahun yang lalu, aku hampir tidak dapat nomor antrian karena berebut dengan calo2 walaupun aku sudah daftar online sebelumnya.

Hari ini kondisinya jauh lebih baik dibandingkan 4 tahun yang lalu. Lebih rapi, bersih, dan disiplin. Dan aku tidak menemukan calo lagi di kantor imigrasi ini. Bahkan nomor antrian sudah dibagi menjadi 3 bagian : online, walk-in dan lansia.

Aku senang sekali karena prosesnya berjalan sangat tertib. Aku dan mamaku berangkat ke Kanim 1 jam 07.30 AM, dan jam 09.00 AM kami sudah tiba di rumah. 🙂 Seingatku, 4 tahun yang lalu, aku berangkat pagi dan baru selesai siang 😀 😀

Sungguh, kali ini aku turut berbahagia melihat perubahan besar di Kantor Imograsi 1 Medan. Passportku dan mamaku akan selesai 3 hari kemudian. Finally, aku sangat mengapresiasi kerja pemerintah sejauh ini. Two thumbs up for you 🙂