Kemaren aku menghadiri workshop di kantor Microsoft Indonesia. Sebenarnya jaraknya dari kantorku ke tempat workshop not really far but I was wrong to choose the train. Jadi aku tiba deh di stasiun kota. Kesal seh, habis tukang tiketnya tidak menjelaskan dengan baik, ah.. pasti aku bakalan telat deh tiba di workshopnya.
So daripada mengeluh, aku ambil nilai positifnya saja. Lumayan telat bisa melihat kota Jakarta sejenak dan menikmati melihat pemandangan yang rame. Tiba di Stasiun Kota aku langsung makan.. hmm lagi pengen Junkfood jadi mencari lokasi tempat makan junkfood yang dekat di stasiun kota. Setelah selesai makan aku langsung membeli karcis untuk next train.
Menunggu kereta selanjutnya, ngantuk menghampiriku. Pusing, dan panas ah masih tetap bersabarlah menunggu kereta selanjutnya. Dan keretapun tiba ye.. udah g sabar pengen cepat2 sampai.
Hmmm.. setelah kereta tiba pun, tidak ada tempat buat duduk.. wah jadi berdiri deh. hmm akupun meletakkan tasku di tempat tas dan ambil posisi berdiri yang nyaman. Orang-orang yang baru masuk pun pada tiba kebagian tempat duduk. Aku sengaja memilih gerbong wanita supaya kondisinya walaupun ntr bersempit-sempitan masih dalam safety condition.
Kemudian si Ibu yang menggendong balita masuk dan membawa keponakannya. Tidak ada tempat bagi dia yang tersedia untuk duduk. Seharusnya sebagai masyarakat Indonesia yang sudah berpendidikan, jika ada lansia, ibu hamil, ibu yang membawa anak dan orang cacat sudah seharusnya mereka diberikan tempat duduk.
Anehnya tidak ada dari mereka yang duduk secara sadar untuk memberikan tempat duduknya kepada si ibu itu. Si ibu sempat memohon kebeberapa orang disekitarnya supaya dia bisa duduk. Tapi tidak ada yang merespon, akhirnya si ibu itu keluar dan memanggil security setempat, dan security pun bertindak membantu si ibu itu. Alhasil ada si ibu yang lagi membawa belanjaan dimintapengertian oleh securitynya untuk memberikan tempat duduk kepada si ibu yang menggendong balita itu. Si ibu yang dengan belanjaannya pun memberikan tempat duduk dengan muka masem.
Aku mencoba memahami muka si ibu yang asem karena tempat duduknya diambil, ya seh kondisi tengah hari yang panas, lelah pasti sulit bagi seseorang untuk berkorban bagi sesamanya. Tapi siapa yang akan menyelamatkan mereka kalau bukan kita.
Aku menulis sebagian hal yang kulihat untuk menguatkan teman-teman sekalian.
Kind Regards,
Christin Erniati
Like this:
Be the first to like this post.